jump to navigation

Cara Membedakan Puyuh Jantan dan Puyuh Betina 26 Maret 2012

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Panduan.
add a comment

Di Indonesia, kini perkembangan budidaya puyuh sudah semakin mantap, baik sebagai usaha komersial maupun usaha sampingan. Semakin meluas dan meningkatnya perkembangan peternakan puyuh antara lain disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan protein hewani, serta diterapkannya teknologi moderen tentang pemeliharaan unggas.

Pada usaha budidaya puyuh untuk produksi telur keberadaan puyuh jantan harus diminimalkan, karena dapat mengganggu ketenangan puyuh betina, telur-telur yang dihasilkan betina juga akan cepat rusak dan membusuk karena adanya embrio. Di samping itu juga menambah beban karena memboroskan ransum. Tetapi dalam kondisi tertentu, puyuh jantan juga sangat diperlukan, misalnya untuk menghasilkan telur yang bisa ditetaskan. Hanya saja keperluannya relatif sedikit. Cukup dua sampai tiga ekor untuk sepuluh betina.

Cara menentukan jenis kelamin puyuh tidaklah sulit. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat warna bulu. Hal ini bisa ditentukan setelah anak puyuh berumur 3 minggu, karena pada usia inilah anak-anak puyuh bulunya sudah tumbuh sempurna, terutama pada Cortunix cortunix japonica (puyuh asal Jepang). Perbedaan jantan dan betina pada Cortunix cortunix japonica adalah dengan melihat bulu dada. Pada burung puyuh jantan warna bulu penutup bagian dada adalah merah coklat (sawo matang), tanpa terdapat garis atau bercak-bercak hitam. Sebaliknya pada burung betina bulu dadanya merah coklat dan terdapat garis atau bercak-bercak hitam.

Puyuh juga dapat dibedakan jenis kelaminnya setelah berumur lebih dari 1,5 bulan, yakni dengan mengenal suaranya. Puyuh jantan akan berkokok nyaring seperti ayam hutan, sedang betina tidak. Ciri lainnya adalah bobot badan. Umumnya puyuh betina memiliki bobot badan yang lebih besar dibandingkan puyuh jantan. Puyuh betina dewasa biasanya memiliki bobot antara 110-160 gram dan puyuh jantan dewasa berbobot antara 100-140 gram. Begitu pula bentuk pantatnya, puyuh jantan pantatnya bulat dan besar sedang si betina lebih kecil.

 Metode kloaka

Penentuan kelamin anak puyuh dengan melihat warna bulu memang paling mudah dan praktis. Tetapi susahnya harus menunggu terlebih dulu sampai puyuh berumur 3 minggu dan tumbuh semua bulunya. Bagi pengusaha ternak komersial, praktek serupa ini jelas tidak ekonomis dan mempertipis keuntungan. Hal ini pasti tidak dikehendaki. Itulah sebabnya mengapa metode kloaka lebih disukai para pengusaha untuk menentukan jantan-betinanya.

Dengan menggunakan metode kloaka anak puyuh sudah bisa dipilih dan ditentukan pemeliharaannya lebih lanjut, sehari setelah keluar dari penetasan. Saat itu anak puyuh bobotnya baru mencapai 8 gram dan lubang duburnya baru selebar 3 milimeter. Penentuan jantan-betina adalah dengan meneliti secara seksama bagian lubang dubur atau kloakanya. Pemeriksaan tersebut sebenarnya sangat sederhana dan mudah.

Caranya, dengan memegang anak puyuh memakai tangan kiri, dengan punggung menghadap si pemeriksa lalu kaki mengarah keluar serta kepala tunduk kebawah. Selanjutnya pantat dan punggung dipegang dengan telunjuk dan ibu jari, kaki diletakkan antara jari tengah dan jari manis, serta leher diletakkan antara jari manis dan kelingking.

Dengan demikian posisi anak puyuh dalam keadaan menungging. Pada posisi seperti inilah penentuan jenis kelamin bisa kita lakukan.

Pertama, urut dahulu perut anak puyuh ke arah dubur sampai keluar kotorannya. Kotoran dibersihkan dengan kain atau kapas, selanjutnya dubur dibuka dan diraba-raba.

Perabaan atau pemeriksaan dilakukan dengan jari sampai ditemukan tonjolan atau lipatan pada dinding kloaka. Kalau tidak ada tonjolan, berati itu anak puyuh betina. Tapi kalau terasa ada tonjolan, anak puyuh tersebut berjenis kelamin jantan. Tonjolan kecil tersebut sebenarnya juga dapat kita saksikan bentuknya menggunakan kaca pembesar dan penerangan lampu 75 watt. Bentuk tonjolan pada puyuh berkelamin jantan mirip seperti bentuk jantung. Tetapi sayangnya tak semua orang bisa melakukan penentuan kelamin dengan metode ini, karena untuk menjadi ahli dan terampil diperlukan latihan berulang kali.

Jenis Modal dalam Budidaya Burung Puyuh Petelur 20 November 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Analisis.
add a comment

Berdasarkan pengamatan atau bisa disebut hanya rekaan posting kali ini mengetengahkan Jenis modal dalam beternak burung puyuh, khususnya puyuh petelur.

Mungkin bisa dianalogikan dengan jenis usaha yang lain. Seperti halnya usaha membuka warung mi ayam, bakso, sate, atau mungkin juga usaha laundry kiloan yang sampai sekarang semakin merebak, bahkan sampai ke desa-desa.

Seperti halnya usaha-usaha yang mirip sifat modalnya dengan usaha beternak burung puyuh tersebut, berdasar dari pengamatan kemudian dengan memberanikan diri saya simpulkan, ada dua sifat pokok di dalam permodalannya.

1. Modal tetap.

Dalam usaha beternak burung puyuh petelur, dikenal adanya modal tetap. Modal tetap ini berupa sarana, mulai dari tanah, rumah induk, kandang, peralatan, dan lain-lain seperti pengadaan air, juga listrik.

Tanah adalah tempat dimana usaha beternak burung puyuh petelur ini berdiri di atasnya. Bisa merupakan persewaan maupun tanah milik sendiri.
Rumah induk adalah rumah dimana di dalamnya menjadi tempat aktivitas beternak burung puyuh petelur dalam jangka waktu tidak terbatas.
Kandang adalah tempat menaruh dimana burung puyuh hidup dan memproduksi telurnya. Khusus untuk kandang, biarpun saya masukkan sebagai modal tetap, namun adakalanya perlu direhab tiap satu periode. Perehaban bukan pembuatan, karena itu terhitung menjadi modal tetap.

Sarana peralatan, saluran pengadaan air, juga perangkat listrik termasuk modal tetap.

2. Modal yang Berputar.

Modal yang berputar ialah modal yang mengisi modal tetap, istilahnya “diputar” sebagai penanaman investasi untuk menghasilkan keuntungan.
Modal berputar yang utama adalah burung puyuh itu sendiri. Bisa awal berputarnya sejak umur 1 hari, umur siap naik kandang, atau juga yang berumur siap telur. Sampai burung puyuhnya apkir.

Seperti telah saya ketengahkan pada postingan yang lalu mengenai Analisa Usaha Beternak Burung Puyuh Petelur untuk 2000 Populasi Selama 12 Bulan. Bahwa dalam analisa usaha ternak puyuh petelur tersebut, yang dihitung hanya modal yang berputar dalam satu periode saja. Bisa 12 bulan, bahkan mungkin lebih.
Yang menyertai burung puyuh sebagai modal, termasuk juga pakan dalam satu angkatan periode. Adapun dalam analisa tersebut, modal tetap tidak saya hitung. Karena bersifat sangat relatif, yang mana masing-masing peternak atau perbedaan tempat dan harga pembuatan modal tetap, dimungkinkan berbeda-beda.

Setelah mengenal mengenai jenis atau sifat modal dalam beternak burung puyuh petelur ini, diharapkan dapat menimbang-nimbang dan memperhitungkan akan bagaimana menanamkan modalnya. Modal tetap yang menghabiskan lebih banyak penanaman investasi, tentu akan berakibat pengembalian modal secara keseluruhan akan lebih lama. Sebab perlu diingat bahwa modal tetap ini tidak secara langsung menghasilkan keuntungan. Yang menghasilkan keuntungan adalah modal yang berputar. Walaupun memang modal yang berputar juga membutuhkan modal tetap. Demikian juga sebaliknya.

Seperti yang pernah penulis temui, ada peternak yang mengeluh, kenapa modalnya tidak kembali juga. Hingga akhirnya beliau berhenti juga. Ternyata, bagi penulis pun terasa akan sangat berat menanggung pengembalian modal seperti contoh kasus peternak yang berhenti tersebut. Dimana modal tetapnya kalau boleh saya menilai, sangatlah berlebihan. Rumah induknya saja bahannya baru semua. Ukurannya luas. Reng, usuk, balungan, pintu mayoritas dari kayu jati. Gentingnya pun yang press dan baru. Bahkan temboknya juga plester halus yang tentu saja membutuhkan banyak biaya.
Hitungannya, entah sudah berapa puluh juta untuk membangun rumah induk puyuh. Padahal memiaranya kalau boleh dibilang “hanya” 2000 populasi.

Tentu saja hal itu tidak salah. Saya juga sama sekali tidak menyalahkan. Karena itu adalah kesenangan. Namun wajar jika kemudian menjadi tidak sabar: “modal kok tidak kembali-kembali.” Ujung-ujungnya bisa putus asa.

 

Analisa Usaha Beternak Burung Puyuh Petelur untuk 2000 Populasi Selama 12 Bulan 11 November 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Analisis.
add a comment

Untuk mempermudah perhitungan, analisa usaha dan kalkulasi keuntungan ini tidak semua merupakan hitungan riil. Beberapa diantaranya terhitung “terlalu” walaupun sebenarnya masih dalam ukuran “standar”. Misalnya tentang jumlah kematian per-minggu, kebutuhan pakan per-ekor per-hari, dll. Yang jelas tidak memakai ukuran perhitungan yang “sangat terlalu”, sebab bisa-bisa tidak ada yang mau beternak burung puyuh petelur.

Memohon maklum dari antara pengunjung yang meng-klik postingan ini tentu banyak juga yang sudah lebih pakar dalam ternak puyuh baik dalam perhitungan maupun dalam pelaksanaan praktek di lapangan. Untuk berkenan memberi koreksi dan masukan-masukan apabila ada kesalahan. Terima kasih.

Analisa usaha dan kalkulasi keuntungan yang akan saya paparkan terbagi atas dua waktu, yaitu mulai dari 0-30 hari dan perincian hasil per-minggu sejak minggu ke-1 pasca 30 hari sampai minggu ke-44. Jadi total terhitung 12 bulan (satu tahun) sejak DOQ bibit puyuh petelur datang dituang ke dalam kandang pembesaran sampai apkiran.

Dasar-dasar yang menjadi ukuran dalam perhitungan ini antara lain:
ð Modal pembangunan rumah induk dan modal kandang tidak masuk dalam perhitungan. Karena keduanya merupakan investasi modal tetap.
ð Harga DOQ bibit puyuh petelur dari PT kemitraan adalah Rp 1.500 per-ekor per-Juli 2011.
ð Patokan harga telur rata-rata Rp 175 per-butir (mengikuti fluktuasi pasar).
ð Harga pakan Stater (BR) Rp 259.000 per-sak (50 kg).
ð Kebutuhan egg tray tidak dihitung.
ð Kebutuhan sarana prasarana peralatan dan listrik ataupun LPG tidak dihitung.
ð Pembayaran karyawan tidak dihitung (jika dibantu karyawan).
ð Harga vitamin dan vaksin masuk dalam penghitungan global.
ð Kematian dihitung 10 ekor per-minggu
ð Kebutuhan pakan dihitung 23 gram per-ekor per-hari (standarnya 22 gram).
ð Jumlah populasi pada saat naik kandang dihitung masih ada 1.980 ekor.
ð Harga pakan Layer yang Rp 229.000 selanjutnya dihitung Rp 4.580 per-kilogram.

Kita mulai saja perhitungannya, demikian :

0 – 30 Hari :
Pakan Stater sejumlah 12 sak: Rp 259.000 x 12 : Rp 3.108.000
DOQ bibit puyuh petelur 2000 ekor: Rp 1.500 x 2000 : Rp 3.000.000
Vitamin dan vaksin : Rp 200.000
Pakan Layer 4 sak: 4 x Rp 229.000 : Rp 916.000
Total biaya kebutuhan 0-30 hari : Rp 3.108.000 + Rp 3.000.000 + Rp 200.000 + Rp 916.000 : Rp 7.224.000

Selanjutnya adalah Rincian Hasil Per-Minggu pasca 30 hari : ==================================================

Minggu ke-1
Jumlah Puyuh : 1970 ekor
Pakan : 317 kg x Rp 4.580 : Rp 1.451.860
Hasil Telur : 0
Penghasilan : 0

Pengeluaran Total: Rp 1.451.860 + Rp 7.224.000 : Rp 8.675.860
==================================================

Minggu ke-2
Jumlah Puyuh : 1960 ekor
Pakan : 315 kg x Rp 4.580 : Rp 1.442.700
Hasil Telur : 0
Penghasilan : 0

Pengeluaran Total: Rp 1.442.700 + Rp Rp 8.675.860 : Rp 10.118.560
==================================================

Minggu ke-3
Jumlah Puyuh : 1950 ekor
Pakan : 314 kg x Rp 4.580 : Rp 1.438.120
Prediksi Jitu Hasil Telur 30% : 4.095 x Rp 175 : Rp 716.625
Penghasilan : 0

Pengeluaran Minggu ke-3 : Rp 1.438.120 – Rp 716.625 : Rp 721.495

Pengeluaran Total : Rp 10.118.560 + Rp 721.495 : Rp 10.840.055
==================================================

Minggu ke-4
Jumlah Puyuh : 1940 ekor
Pakan : 313 kg x Rp 4.580 : Rp 1.433.540
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 10.864 x Rp 175 : Rp 1.901.200
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 467.660

Pengembalian Modal : Rp 10.840.055 – Rp 467.660 : Rp 10.372.395
==================================================

Minggu ke-5
Jumlah Puyuh : 1930 ekor
Pakan : 310 kg x Rp 4.580 : Rp 1.419.800
Prediksi Jitu Hasil Telur 83% : 11.213 x Rp 175 : Rp 1.962.325
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 542.525

Pengembalian Modal : Rp 10.372.395 – Rp 542.525 : Rp 9.829.870
==================================================

Minggu ke-6
Jumlah Puyuh : 1920 ekor
Pakan : 309 kg x Rp 4.580 : Rp 1.415.220
Prediksi Jitu Hasil Telur 83% : 11.155 x Rp 175 : Rp 1.952.125
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 536.905

Pengembalian Modal : Rp 9.829.870 – Rp 536.905 : Rp 9.292.965
==================================================

Minggu ke-7
Jumlah Puyuh : 1910 ekor
Pakan : 307 kg x Rp 4.580 : Rp 1.406.060
Prediksi Jitu Hasil Telur 83% : 11.097 x Rp 175 : Rp 1.941.990
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 535.930

Pengembalian Modal : Rp 9.292.965 – Rp 535.930 : Rp 8.757.030
==================================================

Minggu ke-8
Jumlah Puyuh : 1900 ekor
Pakan : 305 kg x Rp 4.580 : Rp 1.396.900
Prediksi Jitu Hasil Telur 83% : 11.039 x Rp 175 : Rp 1.931.825
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 534.925

Pengembalian Modal : Rp 8.757.030 – Rp 534.925 : Rp 8.222.105
==================================================

Minggu ke-9
Jumlah Puyuh : 1890 ekor
Pakan : 304 kg x Rp 4.580 : Rp 1.392.320
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.710 x Rp 175 : Rp 1.874.250
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 481.930

Pengembalian Modal : Rp 8.222.105 – Rp 481.930 : Rp 7.740.175
==================================================

Minggu ke-10
Jumlah Puyuh : 1880 ekor
Pakan : 302 kg x Rp 4.580 : Rp 1.383.160
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.654 x Rp 175 : Rp 1.864.450
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 481.290

Pengembalian Modal : Rp 7.740.175 – Rp 481.290 : Rp 7.258.885
==================================================

Minggu ke-11
Jumlah Puyuh : 1870 ekor
Pakan : 301 kg x Rp 4.580 : Rp 1.378.580
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.598 x Rp 175 : Rp 1.854.650
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 476.070

Pengembalian Modal : Rp 7.258.885- Rp 476.070 : Rp 6.782.815
==================================================

Minggu ke-12
Jumlah Puyuh : 1860 ekor
Pakan : 299 kg x Rp 4.580 : Rp 1.369.420
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.542 x Rp 175 : Rp 1.844.850
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 475.430

Pengembalian Modal : Rp 6.782.815- Rp 475.430 : Rp 6.307.385
==================================================

Minggu ke-13
Jumlah Puyuh : 1850 ekor
Pakan : 297 kg x Rp 4.580 : Rp 1.360.260
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.486 x Rp 175 : Rp 1.835.050
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 474.790

Pengembalian Modal : Rp 6.307.385 – Rp 474.790 : Rp 5.832.595
==================================================

Minggu ke-14
Jumlah Puyuh : 1840 ekor
Pakan : 296 kg x Rp 4.580 : Rp 1.355.680
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.304 x Rp 175 : Rp 1.803.200
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 447.520

Pengembalian Modal : Rp 5.832.595- Rp 447.520 : Rp 5.385.075
==================================================

Minggu ke-15
Jumlah Puyuh : 1830 ekor
Pakan : 295 kg x Rp 4.580 : Rp 1.351.100
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.374 x Rp 175 : Rp 1.15.450
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 464.350

Pengembalian Modal : Rp 5.385.075 – Rp 464.350 : Rp 4.920.725
==================================================

Minggu ke-16
Jumlah Puyuh : 1820 ekor
Pakan : 293 kg x Rp 4.580 : Rp 1.341.940
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.318 x Rp 175 : Rp 1.805.650
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 463.710

Pengembalian Modal : Rp 4.920.725- Rp 463.710 : Rp 4.457.015
==================================================

Minggu ke-17
Jumlah Puyuh : 1810 ekor
Pakan : 291 kg x Rp 4.580 : Rp 1.332.780
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.138 x Rp 175 : Rp 1.773.800
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 441.020

Pengembalian Modal : Rp 4.457.015- Rp 441.020 : Rp 4.015.995
==================================================

Minggu ke-18
Jumlah Puyuh : 1800 ekor
Pakan : 289 kg x Rp 4.580 : Rp 1.323.620
Prediksi Jitu Hasil Telur 81% : 10.080 x Rp 175 : Rp 1.764.000
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 440.380

Pengembalian Modal : Rp 4.015.995 – Rp 440.380 : Rp 3.575.615
==================================================

Minggu ke-19
Jumlah Puyuh : 1790 ekor
Pakan : 288 kg x Rp 4.580 : Rp 1.319.040
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 10.024 x Rp 175 : Rp 1.754.200
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 435.160

Pengembalian Modal : Rp 3.575.615 – Rp 435.160 : Rp 3.140.455
==================================================

Minggu ke-20
Jumlah Puyuh : 1780 ekor
Pakan : 286 kg x Rp 4.580 : Rp 1.309.880
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9.968 x Rp 175 : Rp 1.744.400
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 434.520

Pengembalian Modal : Rp 3.140.455 – Rp 434.520 : Rp 2.705.935
==================================================

Minggu ke-21
Jumlah Puyuh : 1770 ekor
Pakan : 285 kg x Rp 4.580 : Rp 1.305.300
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9912 x Rp 175 : Rp 1.734.650
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 429.300

Pengembalian Modal : Rp 2.705.935 – Rp 429.300 : Rp 2.276.635
==================================================

Minggu ke-22
Jumlah Puyuh : 1760 ekor
Pakan : 283 kg x Rp 4.580 : Rp 1.296.140
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9856 x Rp 175 : Rp 1.724.800
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 428.660

Pengembalian Modal : Rp 2.276.635- Rp 428.660 : Rp 1.847.975
==================================================

Minggu ke-23
Jumlah Puyuh : 1750 ekor
Pakan : 282 kg x Rp 4.580 : Rp 1.291.560
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9800 x Rp 175 : Rp 1.715.000
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 423.440

Pengembalian Modal : Rp 1.847.975- Rp 423.440 : Rp 1.424.535
==================================================

Minggu ke-24
Jumlah Puyuh : 1740 ekor
Pakan : 280 kg x Rp 4.580 : Rp 1.282.400
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9744 x Rp 175 : Rp 1.705.200
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 422.800

Pengembalian Modal : Rp 1.424.535- Rp 422.800 : Rp 1.001.735
==================================================

Minggu ke-25
Jumlah Puyuh : 1730 ekor
Pakan : 278 kg x Rp 4.580 : Rp 1.273.240
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9688 x Rp 175 : Rp 1.695.400
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 422.160

Pengembalian Modal : Rp 1.001.735 – Rp 422.160 : Rp 579.757
==================================================

Minggu ke-26
Jumlah Puyuh : 1720 ekor
Pakan : 276 kg x Rp 4.580 : Rp 1.264.080
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9632 x Rp 175 : Rp 1.685.600
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 421.520

Pengembalian Modal : Rp 579.757 – Rp 421.520 : Rp 158.055
==================================================

Minggu ke-27
Jumlah Puyuh : 1710 ekor
Pakan : 275 kg x Rp 4.580 : Rp 1.259.500
Prediksi Jitu Hasil Telur 80% : 9576 x Rp 175 : Rp 1.675.800
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 416.300

Pengembalian Modal : Rp 158.055 – Rp 416.300 : Rp -258.245
==================================================

Minggu ke-28
Jumlah Puyuh : 1700 ekor
Pakan : 273 kg x Rp 4.580 : Rp 1.250.340
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 9282 x Rp 175 : Rp 1.624.350
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 374.010

Keuntungan : Rp 374.010 + Rp 258.245 : Rp 632.255
==================================================

Minggu ke-29
Jumlah Puyuh : 1690 ekor
Pakan : 272 kg x Rp 4.580 : Rp 1.245.760
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 9226 x Rp 175 : Rp 1.614.550
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 368.790

Keuntungan : Rp 632.255 + Rp 368.790 : Rp 1.001.045
==================================================

Minggu ke-30
Jumlah Puyuh : 1680 ekor
Pakan : 270 kg x Rp 4.580 : Rp 1.236.600
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 9170 x Rp 175 : Rp 1.604.750
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 368.150

Keuntungan : Rp 1.001.045+ Rp 368.150 : Rp 1.369.195
==================================================

Minggu ke-31
Jumlah Puyuh : 1670 ekor
Pakan : 268 kg x Rp 4.580 : Rp 1.227.440
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 9114 x Rp 175 : Rp 1.594.950
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 367.510

Keuntungan : Rp 1.369.195 + Rp 367.510 : Rp 1.736.705
==================================================

Minggu ke-32
Jumlah Puyuh : 1660 ekor
Pakan : 267 kg x Rp 4.580 : Rp 1.222.860
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 9063 x Rp 175 : Rp 1.586.025
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 363.165

Keuntungan : Rp 1.736.705 + Rp 363.165 : Rp 2.099.870
==================================================

Minggu ke-33
Jumlah Puyuh : 1650 ekor
Pakan : 265 kg x Rp 4.580 : Rp 1.213.700
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 9009 x Rp 175 : Rp 1.576.575
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 362.875

Keuntungan : Rp 2.099.870 + Rp 362.875 : Rp 2.462.745
==================================================

Minggu ke-34
Jumlah Puyuh : 1640 ekor
Pakan : 264 kg x Rp 4.580 : Rp 1.209.120
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 8954 x Rp 175 : Rp 1.566.950
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 357.830

Keuntungan : Rp 2.462.745 + Rp 357.830 : Rp 2.820.575
==================================================

Minggu ke-35
Jumlah Puyuh : 1630 ekor
Pakan : 262 kg x Rp 4.580 : Rp 1.199.960
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 8899 x Rp 175 : Rp 1.557.325
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 357.365

Keuntungan : Rp 2.820.575 + Rp 357.365 : Rp 3.177.940
==================================================

Minggu ke-36
Jumlah Puyuh : 1620 ekor
Pakan : 260 kg x Rp 4.580 : Rp 1.190.800
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 8845 x Rp 175 : Rp 1.547.875
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 357.075

Keuntungan : Rp 3.177.940 + Rp 357.075 : Rp 3.535.015
==================================================

Minggu ke-37
Jumlah Puyuh : 1610 ekor
Pakan : 259 kg x Rp 4.580 : Rp 1.186.220
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 8790 x Rp 175 : Rp 1.538.250
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 352.030

Keuntungan : Rp 3.535.015 + Rp 352.030 : Rp 3.887.045
==================================================

Minggu ke-38
Jumlah Puyuh : 1600 ekor
Pakan : 257 kg x Rp 4.580 : Rp 1.177.060
Prediksi Jitu Hasil Telur 78% : 8736 x Rp 175 : Rp 1.528.800
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 351.740

Keuntungan : Rp 3.887.045 + Rp 351.740 : Rp 4.238.785
==================================================

Minggu ke-39
Jumlah Puyuh : 1590 ekor
Pakan : 255 kg x Rp 4.580 : Rp 1.167.900
Prediksi Jitu Hasil Telur 75% : 8347 x Rp 175 : Rp 1.460.775
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 292.825

Keuntungan : Rp 4.238.785 + Rp 292.825 : Rp 4.531.610
==================================================

Minggu ke-40
Jumlah Puyuh : 1580 ekor
Pakan : 254 kg x Rp 4.580 : Rp 1.163.320
Prediksi Jitu Hasil Telur 75% : 8295 x Rp 175 : Rp 1.451.625
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 288.305

Keuntungan : Rp 4.531.610 + Rp 288.305 : Rp 4.819.915
==================================================

Minggu ke-41
Jumlah Puyuh : 1570 ekor
Pakan : 253 kg x Rp 4.580 : Rp 1.158.740
Prediksi Jitu Hasil Telur 75% : 8242 x Rp 175 : Rp 1.442.350
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 283.610

Keuntungan : Rp 4.819.915 + Rp 283.610 : Rp 5.103.525
==================================================

Minggu ke-42
Jumlah Puyuh : 1560 ekor
Pakan : 251 kg x Rp 4.580 : Rp 1.149.580
Prediksi Jitu Hasil Telur 75% : 8190 x Rp 175 : Rp 1.433.250
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 283.670

Keuntungan : Rp 5.103.525 + Rp 283.670 : Rp 5.387.195
==================================================

Minggu ke-43
Jumlah Puyuh : 1550 ekor
Pakan : 250 kg x Rp 4.580 : Rp 1.145.000
Prediksi Jitu Hasil Telur 75% : 8134 x Rp 175 : Rp 1.423.450
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 278.450

Keuntungan : Rp 5.387.195 + Rp 278.450 : Rp 5.665.645
==================================================

Minggu ke-44
Jumlah Puyuh : 1540 ekor
Pakan : 248 kg x Rp 4.580 : Rp 1.135.840
Prediksi Jitu Hasil Telur 75% : 8085 x Rp 175 : Rp 1.414.875
Tebak Angka Jitu Penghasilan : Rp 279.035

Keuntungan : Rp 5.665.645 + Rp 279.035 : Rp 5.944.680
==================================================

Karena pengembalian modal sudah dihitung pada perincian keuntungan per-minggu beternak puyuh petelur di atas, maka hasil penjualan burung puyuh apkiran terhitung termasuk keuntungan.
Harga puyuh apkir : Rp 2.100 per-ekor per-juli 2011.

Jumlah apkiran 1540 ekor x Rp 2.100 : Rp 3.234.000

Sehingga keuntungan total budidaya burung puyuh petelur populasi 2000 ekor selama 12 bulan (satu tahun) adalah :

Rp 5.944.680+ Rp 3.234.000 :

Total Keuntungan : Rp 9.178.680

Analisa usaha beternak puyuh petelur dengan rincian per-minggu “hanyalah” sebagai pedoman saja. Bagaimanapun yang lebih menentukan adalah praktek di lapangan.
Silahkan di otak atik angka-angka jitu tersebut untuk mendapatkan hasil yang mungkin lebih riil dalam prakteknya.
Upamanya :
ð Harga dirubah menjadi Rp 168 atau Rp 180 bagaimana hasilnya.
ð Atau kematian diubah menjadi 3 ekor perminggu sampai minggu ke 36, baru selanjutnya kematian dihitung 10 ekor per-minggu, bagaimana hasilnya.
ð Atau otak-atik angka dengan merubah harga pakan yang Rp 4580 karena memakai campuran pakan alternative sehingga harganya menjadi Rp 3500 per-kilogram.
ð Atau dicoba nembak angka dengan merubah pembelian bibit yang siap telur, sehingga lebih menyingkat waktu perhitungan.

 

Perkandangan 1 November 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Panduan.
add a comment

Puyuh termasuk jenis burung yang tidak tahan dengan perubahan lingkungan yang sangat berbeda dari waktu kewaktu dan juga kebisingan-kebisingan.

Yang harus di perhatikan dalam pembuatan kandang:

– Menentukan lokasi kandang
Pertama kali yang perlu dipikirkan adalah menentukan lokasi kandang. Lokasi dapat
berada dimana saja, asal cocok untuk kehidupan puyuh tersebut. Bisa saja kandang berupa bangunan sendiri yang terpisah dari rumah, misalnya diteras belakang dan disamping perkarangan ataupun dibagian dari rumah yang memungkinkan puyuh untuk dipelihara.

– Sistem kandang
Sistem yang biasa diterapkan adalah sistem litter dan sangakar atau baterei.

– Persyaratan kandang
Pembuatan kandang merupakan suatu langkah awal didalam usaha dalam beternak puyuh. Sekali kandang telah berdiri berarti untuk seterusnya seperti itu wujudnya. Dan peralatan kandang memerlukan investasi yang tidak sedikit, maka dalam pembuatannya perlu ada perencanaan benar-benar matang.

– Jenis-jenis kandang
Puyuh – puyuh baik yang masih anakan maupun dewasa selalu dikandangkan. Dalam kandang itu akan terisi puluhan bahkan ratusan ekor puyuh yang harus diingat adalah perlunya pengelompokan berdasarkan umur yang sama atau rata-rata sama. Sebab dengan pengelompokan demikian akan memudahkan kita memberi makan, minum, perawatan kesehatan, dan pengambilan telurnya juga memudahkan pengawasan bila ada yang sakit dan untuk menghindari sifat kanibalismenya. Oleh karena itu dalam beternak puyuh dibedakan beberapa jenis kandang sesuai dengan keperluannya : kandang untuk indukan pembibit, kandang untuk induk petelur, kandang untuk petelur, kandang untuk anak puyuh atau umur starter ( kandang indukan), kandang untuk puyuh umur
grower dan layer dan sanitasi kandang.

Contoh Design Kandang:

Kroket Telur Puyuh 18 Oktober 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Aneka Olahan.
add a comment

Bahan :

Bahan kulit:
300 gram kentang kukus, dihaluskan
1 sendok makan margarin
1 kuning telur
25 gram keju cheddar parut
1 sendok makan susu bubuk
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh pala bubuk
16 butir telur puyuh, direbus untuk isi
minyak untuk menggoreng

Bahan pelapis:
2 butir telur, dikocok lepas
60 gram tepung panir kasar
Cara membuat :

  • Aduk rata bahan kulit. Pipihkan. Beri isi. Bentuk oval.
  • Gulingkan di tepung panir kasar. Celup ke telur. Gulingkan di tepung panir kasar.
  • Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang.

Untuk 16 buah

Telur Puyuh Balut Daging 18 Oktober 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Aneka Olahan.
add a comment
Bahan:
20 btr telur puyuh rebus, kupas
300 gr daging giling
1 kuning telur
1 sdt garam
1 sdt lada bubuk
1/2 sdt pala bubuk
50 ml susu cair
1 putih telur, kocok lepas
50 gr tepung roti
minyak goreng
Saus:
1 sdm margarin untuk menumis
400 gr tomat segar
100 gr bawang bombai, cincang halus
2 cm jahe, cincang halus
1000 ml air
1/4 sdt lada bubuk
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
1 sdt cuka
1 sdt maizena, cairkan dengan sedikit air
Cara membuat:
1. Campur daging giling, kuning telur, garam, lada, dan pala, aduk rata, tambahkan susu cair, ratakan, bagi menjadi 20 bagian.
2. Ambil 1 bagian adonan daging, pipihkan, taruh 1 telur rebus, balut telur hingga tertutup daging, sisihkan.
3. Celup bulatan daging ke dalam telur kocok, gulingkan ke tepung panir, ulang sekali lagi, lalu goreng dalam minyak goreng yang tidak terlalu panas sampai matang.
4. Buat saus: rebus tomat sampai lunak, angkat, haluskan dan saring, sisihkan. Tumis bawang bombai dan jahe sampai harum, masukkan tomat saring, bubuhkan lada, garam, dan gula pasir, tuang cairan maizena, aduk-aduk sampai matang dan meletup-letup.
Untuk 20 buah

Asem-asem Telur Puyuh 18 Oktober 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Aneka Olahan.
add a comment

Bahan: 

10 butir telur puyuh yang sudah direbus dan dikupas

1 batang wortel ukuran besar, kupas, cuci, potong dadu

5 buah buncis, cuci, potong dadu

1 buah labu siam ukuran kecil, kupas, cuci, potong dadu

2 biji belimbing masak, potong-potong

seruas lengkuas, 2 lembar daun salam

kecap manis,saus tiram, garam dan gula secukupnya

mentega untuk menumis

Iris tipis:

5 siung bawang merah

2 siung bawang putih

Cara membuat: 

  • Tumis bawang putih, bawang merah, sampai agak layu. Masukkan sayuran, telur puyuh, lengkuas, daun salam, belimbing.
  • Tambahkan garam, kecap manis, gula dan saus tiram.
  • Masak sampai matang. Hidangkan bersama kerupuk.

Telur Puyuh Masak Sayur Kecap 18 Oktober 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Aneka Olahan.
add a comment

Bahan:

10 butir telur puyuh rebus

1 buah wortel, kupas, cuci, lalu potong tipis

sebungkul bunga kol, cuci, potong

Sawi senduk 1 batang dipotong-potong

1 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus

1 siung bawang putih memarkan

2 butir bawang merah iris tipis

1/4 sdt merica halus

margarin untuk menumis

kecap manis, garam, gula dan saus tiram secukupnya

Cara membuat: 

  • Tumis bawang putih, bawang bombay, dan bawang merah sampai layu. Masukkan wortel, bunga kol, dan telur puyuh. Tambahkan kecap, garam, merica, saus tiram dan gula. Masak sampai setengah matang.
  • Masukkan sawi, masak sampai matang. Hidangkan.

Sop Telur Puyuh 18 Oktober 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Aneka Olahan.
add a comment

Bahan:
15 butir telur puyuh, rebus matang dan kupas
2 butir bawang merah, iris halus
2 siung bawang putih, iris halus
1 batang daun bawang, iris serong
1 batang seledri, iris halus
50 gr bawang bombay, iris memanjang tipis
2 buah wortel, kupas dan iris bulat tipis
1 liter kaldu ayam
garam dan merica

Cara membuat:
Goreng telur puyuh rebus dan sisihkan. Tumis bawang merah dan putih di minyak sisa menggoreng telur hingga harum. Masukkan kembali telur dan tambahkan sayurannya. Aduk hingga rata. Masukkan kaldu ayam, dan beri garam dan merica. Masak hingga kuah mendidih dan angkat.

Perbandingan Nilai Gizi Telur Puyuh, Telur Ayam, dan Telur Bebek 18 Oktober 2011

Posted by Peluang Usaha Budidaya in Umum.
add a comment

Dilihat dari nilai gizinya, telur puyuh tidak kalah dari telur ayam ataupun telur bebek. Kandungan zat gizi telur puyuh dibandingkan dengan telur ayam dan telur bebek per 100 gramnya dapat dilihat pada tabel.

Kandungan gizi per 100 gram telur puyuh, telur ayam, dan telur bebek

Zat gizi

Telur puyuh

Telur ayam

Telur bebek

Energi (kkal)

 158

 143

 185

Protein (g)

 13,05

 12,58

 12,81

Total lemak (g)

 11,09

 9,94

 13,77

Karbohidrat (g)

 0,41

 0,77

 1,45

Kalsium/Ca (mg)

 64

 53

 64

Bes/Fe (mg)

 3,65

 1,83

 3,85

Magnesium/Mg (mg)

 13

 12

 17

Fosfor/P (mg)

 226

 191

 220

Kalium/K (mg)

 132

 134

 222

Natrium/Na (mg)

 141

 140

 146

Seng/Zn (mg)

 1,47

 1,11

 1,41

Tembaga/Cu (mg)

 0,062

 0,102

 0,062

Mangan/Mn (mg)

 0,038

 0,038

 0,038

Selenium/Se (mkg)

 32,0

 31,7

 36,4

Thiamin (mg)

 0,069

 0,069

 0,156

Riboflavin (mg)

 0,478

 0,478

 0,404

Niasin (mg)

 0,070

 0,070

 0,200

Asam Panthothenat (mg)

 1,438

 1,438

 1,862

Vitamin B6 (mg)

 0,143

 0,143

 0,250

Kolin (mg)

 263,4

 251,1

 263,4

Vitamin B12 (mkg)

 1,58

 1,29

 5,40

Vitamin A (IU)

 543

 487

 674

Vitamin E (mg)

 1,08

 0,97

 1,34

Vitamin K (mkg)

 0,3

 0,3

 0,4

Kolesterol (mg)

 844

 423

 884

Lutein+zeaksantin (mkg)

 369

 331

 459

Sumber: USDA (2007)